Sehat Alami, Ini 10 Manfaat Jahe Bagi Kesehatan Tubuh

manfaat jahe bagi kesehatan, kesehatan tubuh, obat herbal, tanaman obat, tanaman herbal, manfaat jahe bagi kesehatan tubuh, obat herbal alami, obat natural, obat alami, jahe untuk kesehatan, minuman jahe, jahe hangat, jahe, jahe potong, jahe iris, jahe bumbu masak, jahe bumbu dapur, jahe untuk menghangatkan tubuh, makan jahe, minum jahe, empon empon, stmj, susu telur madu jahe

Tak hanya sebagai bumbu masak, manfaat jahe juga beragam bagi kesehatan.

Jahe merupakan salah satu tanaman rimpang yang terkenal di tengah masyarakat Indonesia. Selain populer digunakan sebagai bumbu masakan, jahe juga memiliki beragam manfaat bagi tubuh. Pasalnya, jahe yang termasuk dalam suku Zingiberaceae ini juga berkerabat dengan tanaman herbal lain, seperti kunyit, kencur, dan lengkuas yang kerap digunakan sebagai bahan obat alami. Lalu, apa saja manfaat jahe bagi kesehatan tubuh jika dikonsumsi secara rutin? Yuk, cari tahu lebih lanjut bareng Qoala!


1. Manfaat jahe untuk membantu menghangatkan tubuh

Jahe terkenal dari generasi ke generasi sebagai salah satu bahan alternatif untuk untuk menghangatkan tubuh. Ketika merasa kedinginan maupun kurang enak badan, seperti saat pilek atau flu, minuman herbal berbasis jahe kerap dijadikan pilihan. Selain dapat diolah menjadi wedang uwuh, jahe juga bisa dipadukan dengan lemon, serai, kunyit, asam, hingga kayu manis. Ada juga minuman STMJ (susu, telur, madu, dan jahe) yang cocok diminum saat musim hujan.

2. Mengatasi masalah pencernaan

Kandungan phenolic dalam jahe dapat membantu menstimulasi air liur, mencegah terjadinya kontraksi pada perut, hingga membantu pergerakan makanan maupun minuman dalam pencernaan. Jahe juga merupakan carminative, yakni suatu substansi yang dapat membantu mengeluarkan gas berlebih. Selain itu, jahe juga dapat mengatasi berbagai masalah pencernaan, seperti kolik, dispepsia, hingga meredakan gejala gastroenteritis, yaitu infeksi yang terjadi pada lambung dan usus yang disebabkan oleh beberapa jenis virus dan bakteri.

3. Meredakan mual dan morning sickness

Manfaat jahe lainnya yaitu dapat meredakan mual yang disebabkan oleh beragam penyakit, seperti vertigo maupun efek samping pengobatan kanker. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Royal College of Obstetricians and Gynaecologists, jahe juga dapat meredakan gejala morning sickness pada awal kehamilan. Ekstrak akar jahe telah digunakan sejak lebih dari dua ribu tahun lalu untuk meredakan gejala gangguan pencernaan, mulai dari rasa mual, muntah, sembelit, perut kembung, dan sendawa.

manfaat jahe, jahe untuk diet, jahe untuk kesehatan, manfaat jahe untuk kesehatan, jahe untuk menurunkan berat badan, mengurangi berat badan, manfaat jahe untuk menekan nafsu makan, diet sehat, turun berat badan, berat badan berkurang
Sumber foto: spukkato via @freepik.com

4. Menekan nafsu makan dan mengurangi berat badan

Sebuah studi yang dilakukan oleh Institute for Human Nutrition di Columbia University menemukan bahwa konsumsi jahe panas untuk diet dapat membuat seseorang merasa kenyang lebih lama. Manfaat jahe yang dapat membantu menekan nafsu makan ini bisa terjadi karena jahe dapat meningkatkan laju metabolisme tubuh dan kalori yang dibakar.

5. Mengurangi sakit akibat inflamasi dan peradangan otot

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di University of Georgia, konsumsi suplemen jahe bisa mengurangi sakit otot akibat olahraga hingga 25%. Gingerol juga bersifat anti-inflamatori. Tidak heran bila dalam penelitian, mereka yang menderita penyakit persendian seperti osteoarthritis dan rematik melaporkan berkurangnya rasa sakit setelah mengonsumsi jahe secara teratur. Konsumsi jahe juga dapat membantu mengurangi pembengkakan pada bagian yang sakit. Tak hanya itu, jurnal dalam US National Library of Medicine National Institutes of Health juga memaparkan tentang manfaat jahe yang berpotensi untuk mengobati sejumlah penyakit termasuk gangguan degeneratif, seperti radang sendi dan rematik.

6. Meredakan sakit perut akibat menstruasi

Dalam sebuah jurnal yang dipublikasikan oleh US National Library of Medicine National Institutes of Health, manfaat jahe terbukti dapat mengurangi sakit akibat dysmenorrhea, yaitu rasa sakit saat menstruasi. Studi ini menyebutkan bahwa 60% wanita merasakan nyeri haid yang berkurang setelah mengonsumsi jahe. Bahkan, khasiat dari jahe disebut tak berbeda jauh dengan obat ibuprofen dan asam mefenamat.

7. Membantu detoksifikasi dan mencegah sakit kulit

Jahe tergolong dalam salah satu jenis makanan yang disebut diaphoretic dengan manfaat jahe yang juga dapat memicu keluarnya keringat. Berkeringat bermanfaat bagi tubuh terutama saat  sedang demam atau flu. Selain membantu proses detoksifikasi, berkeringat juga ternyata dapat melindungi Anda dari mikroorganisme yang dapat menyebabkan infeksi pada kulit, seperti E. coli, staphylococcus aureus, dan jamur.

manfaat jahe, jahe menekan risiko tumor, manfaat jahe untuk kanker, manfaat jahe untuk tumor, kanker, tumor, penyakit kanker, obat herbal untuk kanker, obat alami untuk kanker, pengobatan alami untuk kanker, pengobatan alami untuk tumor, pengobatan alternatif untuk kanker, pengobatan alternatif untuk tumor
Sumber foto: sewcream via freepik.com

8. Menekan risiko hingga pertumbuhan tumor dan kanker

Kandungan dalam manfaat jahe yang berperan dalam mencegah kanker adalah gingerol, yakni phytonutrient dalam yang memberikan rasa unik pada jahe. Berdasarkan penelitian University of Minnesota, Gingerol dapat mencegah pertumbuhan sel kanker usus besar. Peneliti kemudian menguji terhadap pembentukan tumor dan mendapati fakta bahwa gingerol juga dapat mencegah penyebaran dan mengurangi tingkat keparahan sel tumor yang sudah tidak dapat dioperasi. Namun, meski potensi antikanker jahe telah terdokumentasi dengan baik, manfaat jahe terhadap kanker masih membutuhkan penelitian lebih lanjut sebelum mengklaim kemanjurannya.

9. Menurunkan gula darah hingga kolesterol

Berdasarkan jurnal dalam US National Library of Medicine National Institutes of Health tentang manfaat jahe, rutin mengonsumsi jahe juga dapat membantu menurunkan glukosa darah secara signifikan. Selain itu, konsumsi jahe secara rutin juga mampu menurunkan kadar kolesterol LDL atau lemak jahat, trigliserida, sekaligus memicu peningkatan kadar HLD atau lemak baik.

10. Memperkuat sistem imun dengan menangkal bakteri maupun virus

Jahe kaya akan vitamin C dan magnesium yang dapat memperkuat sistem imun dan mencegah kerusakan DNA tubuh. Tak hanya itu, tanaman herbal ini juga mengandung gingerols, shogaols, dan zingerones yang bisa berfungsi sebagai antioksidan. Kandungan-kandungan inilah yang dipercaya dapat menghambat infeksi yang diakibatkan oleh bakteri, seperti shigella, E.coli, dan lain-lain.


Itulah 10 manfaat jahe bagi kesehatan tubuh. Selain dapat dimakan secara mentah, jahe juga bisa diolah menjadi minuman hingga permen jahe agar terasa lebih nikmat untuk dikonsumsi. Meski tidak mengakibatkan efek samping, kamu tetap perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk rutin mengonsumsi jahe. Sebab, ada beberapa orang yang sebaiknya menghindari konsumsi jahe dalam jumlah berlebih, seperti ibu hamil dan menyusui, pengidap penyakit jantung, diabetes, dan orang-orang yang memiliki gangguan pembekuan darah.

%d bloggers like this: