Insurtech the Next Wave of the Fintech Revolution

Istilah Insurtech masih sangat asing, khususnya di Indonesia. Banyak orang tidak ada yang tidak tahu apa itu Insurtech dan sebagian besar mengira kalau istilah tersebut tidak ada bedanya dengan asuransi konvensional. Padahal jauh sekali perbedaan antara Insurtech dengan asuransi konvensional. Tommy Martin, COO sekaligus Co-Founder Qoala, melalui acara “Insurtech the New Wave of the Fintech Revolution” yang digelar di ITB memberikan penjelasan mendalam mengenai hal tersebut.

Jadi apa yang dimaksud dengan Insurtech?
Industri asuransi menjadi salah satu sektor yang tidak “tersentil” oleh inovasi selama puluhan tahun. Berbeda dengan sektor lain seperti, transportasi, commerce, komunikasi, dan lainnya, tidak banyak yang berkembang dari sektor asuransi (selain penyesuaian harga premi dan kompensasi). Melihat hal tersebut, banyak yang merasa sudah saatnya asuransi mulai berubah dan salah satu caranya adalah dengan mengadopsi pemakaian teknologi. Kombinasi antara kedua hal tersebut, asuransi dan teknologi, melahirkan sebutan baru yang dikenal dengan Insurtech. Jadi jika ada pertanyaan, apa itu Insurtech? Jawabannnya adalah asuransi yang dipadukan dengan teknologi.

Ada 3 segmen pengaplikasian teknologi dengan asuransi:

1. Online distribution: Produk asuransi konvensional bisa diakses secara online bahkan melalui smartphone.

2. Technology-enabled upgrade: Dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber, maka kita mampu untuk meningkatkan produk asuransi yang telah ada agar semakin sesuai dengan kebutuhan orang banyak. Contohnya adalah implementasi asuransi pertanian dengan menggunakan berbagai perangkat IoT (Internet of Thing), seperti drone, satelit, dan lainnya.

3. Ecosystem-oriented innovation: Menggunakan analisa data untuk memenuhi kebutuhan yang belum terpenuhi di dalam ekosistem (kehidupan). Misal, belanja secara online merupakan salah satu hal yang digandrungi banyak orang. Masalahnya adalah, banyak barang yang mereka beli tidak sesuai dengan deskripsi yang ada sehingga menimbulkan kekecewaan para pembeli. Dengan menggunakan data yang dimiliki, perusahaan Insurtech dapat membantu perusahaan asuransi untuk membuat produk asuransi berupa shipping return. Dengan asuransi tersebut, pembeli memiliki “jaminan” ketika barang yang dibelinya tidak sesuai. Dengan hal tersebut, pembeli akan merasa aman dalam berbelanja, sehingga secara langsung meningkatkan penjualan sebanyak 35%.

Dengan mengacu kepada ketiga segmen tersebut, maka terbentuklah Qoala. Sebuah perusahaan Insurtech pertama di Indonesia dengan berbagai kelebihan yang bisa dirasakan oleh masyarakat. Mudah diakses secara digital oleh siapa pun dan di mana pun, memberikan kemudahan dalam memproses klaim, mendapatkan notifikasi secara otomatis setiap kali klaim bisa dilakukan dan proses pembayaran kompensasi bisa dilakukan kurang dari 1×24 jam.

Hal tersebut menjadi sebuah terobosan baru dalam dunia asuransi konvensional. Yang perlu dimaksimalkan dari teknologi ini adalah, kemampuan untuk memproses data agar Qoala bisa terus membantu perusahaan asuransi untuk menciptakan produk asuransi yang lebih relevan bagi masyarakat. Terutama untuk generasi muda nanti.

Dengan hadirnya Insurtech, diharapkan akan muncul berbagai industri teknologi baru yang berfokus kepada produk-produk yang terjangkau dengan manfaat nyata, bukan hanya di bidang asuransi.

%d bloggers like this: