Steve Jobs: Profil, Biografi, Fakta Terkini

Artikel ini terakhir diperbarui Januari 4, 2021 by Revi Maudy Vekelita
Steve Jobs: Profil, Biografi, Fakta Terkini
Sumber foto: Hakan Bolukbasi via Shutterstock
Bagikan ke Teman:

Kesuksesan brand Apple dalam bidang teknologi saat ini pastinya tak bisa dilepaskan oleh sosok Steve Jobs. Bisa dibilang pola pikirnya yang inovatif dan keras kepala terhadap idealisme telah membuat Apple menjadi raksasa teknologi yang belum tergoyahkan hingga hari ini. Meski begitu, seluk beluk Steve dalam mendirikan Apple dan segala kontroversinya menjadi pelengkap bagaimana perjalanan seorang CEO ternama ini menjadi inspirasi banyak orang. Tidak hanya bagaimana dia mengemas produk Apple menjadi sederhana dan mewah, tapi juga perannya dalam mengembangkan beberapa industri kelas dunia seperti Pixar.

Meski saat ini Steve telah tiada, tapi ia tetap dikenang sebagai sosok inspiratif dan kejayaan Apple yang masih kokoh adalah peninggalan terbaik dari Steve untuk kehidupan manusia. Ia berhasil membuat pengguna produk Apple tidak hanya mendapatkan manfaat dan kemudahan, tapi juga kebanggaan tersendiri saat menggunakan produknya. Ini adalah cara kerja bisnis yang sangat brilian dimana ia tidak hanya memikirkan bagaimana produknya laku, tapi juga dinantikan dan dipertahankan.

Seperti apa biodata, biografi singkat, serta kisah sukses Steve Jobs? Kali ini Qoala akan membahasnya.

Biodata Steve Jobs

Bernama lengkap Steven Paul Jobs, lebih dikenal dengan Steve Jobs lahir di San Francisco, California, pada 24 Februari 1955. Ia adalah anak dari pasangan Abdulfattah Jandali dan Joanne Schieble Simpson. Ayahnya adalah seorang Profesor ilmu politik berkebangsaan Syria dan sang ibu adalah mahasiswi ayahnya yang kemudian dinikahinya.

Namun, Steve kecil dibesarkan oleh orang tua angkatnya, Paul Jobs dan Clara Jobs hingga dewasa. Steve Jobs menikah dengan Laurene Powell pada tahun 1991 dan memiliki tiga orang anak, yaitu Reed, Erin, dan Eve. Ia tutup usia pada 5 Oktober 2011 di Palo Alto karena kanker pankreas.

Biografi Steve Jobs

Menilik kesuksesan Steve dalam membangun brand Apple tak perlu diragukan lagi. Bagaimana jalan hidupnya hingga mencapai titik karir tertinggi dan meninggalkan penemuan berharga untuk kemajuan teknologi umat manusia bisa dilihat dari jalan hidupnya sedari kecil.

Keturunan Syria

Steve Jobs lahir dari pasangan Abdulfattah Jandali, seorang profesor ilmu politik berdarah Syria dengan Joanne Simpson yang merupakan mahasiswinya. Namun pada saat ia lahir, orang tuanya belum siap untuk merawatnya sehingga diadopsi oleh Paul dan Clara Jobs di Santa Clara County, California. Dari orang tua angkat inilah, nama keluarga Jobs disematkan. Dalam waktu yang bersamaan, ternyata ia memiliki adik kandung bernama Mona Simpson yang juga terkenal sebagai novelis.

Mengajar setelah pulang sekolah

Pendidikan sekolah menengah pertama dan menengah atas dilewati Steve Jobs di Cupertino, California. Setelah pulang sekolah, dia mengajar di Hewlett Packard Company di Palo Alto. Dari sinilah selanjutnya setelah lulus dia masih bekerja paruh waktu di perusahaan ini bersama Steve Wozniak yang juga dikenal sebagai rekannya mendirikan Apple Corp. Pada tahun 1972, ia lulus dari sekolah menengah atas Homestead di Cupertino dan diterima di Reed College di Portland, Oregon.

Belajar kaligrafi

Sepertinya Steve Jobs tidak berjodoh dengan Reed College karena dia hanya mengenyam pendidikan di kampus ini selama satu semester. Tapi satu hal yang berguna baginya dan karirnya adalah dia sempat mempelajari kaligrafi di Reed College yang menjadi bekalnya membuat font proporsional dan tampilan multiple typeface di komputer Mac buatannya.

Berpartner dengan Steve Wozniak

Tahun 1974, Steve Jobs kembali ke California dan menghadiri pertemuan Homebrew Computer Club dengan Steve Wozniak. Setelah itu dia dan Wozniak bekerja di Atari Inc, sebuah perusahaan pembuat gim komputer yang terkenal pada saat itu. Di sini, ia menjadi perancang permainan dan menelurkan beberapa game populer.

Perjalanan spiritual ke India

Setelah bekerja di Atari Inc, Steve Jobs mendapatkan uang untuk bekal perjalanannya ke India bersama rekannya Daniel Kottke yang dia kenal saat kuliah di Reed College. Di India Steve Jobs belajar spiritual dan mulai tertarik dengan agama Budha. Setelah pulang dari India, dia mengenakan pakaian biksu dan mencukur habis rambutnya serta memproklamirkan dirinya sebagai Buddhist.

Ritual aneh

Setelah menjadi Buddhist, Steve mulai sering dianggap bertingkah aneh oleh orang di sekitarnya. Dia sering mempraktekkan psychedelics seperti berjalan tanpa alas kaki di salju, dan sering melepaskan alas kaki di tempat-tempat umum. Baginya, ini adalah meditasi kesadaran dan menganggapnya sebagai salah satu hal terpenting dalam hidupnya.

Lahirnya Apple Computer

Di tahun 1976, Steve Jobs yang saat itu berusia 21 tahun, dan Steve Wozniak yang berusia 26 tahun mendirikan Apple Computer Co. dengan kantor di garasi milik keluarga Jobs. Mereka berhasil membuat komputer pertama mereka yang diberi nama Apple I. Setelahnya komputer ini pun mulai dipasarkan dengan harga $666,66 yang diambil dari referensi Wozniak yang membuat gim Dial-A-Joke Machine, yang berakhir dengan angka -6666.

Sukses besar Apple II

Setelah meluncurkan Apple I, Steve Jobs dan Steve Wozniak memperbarui komputer mereka dan meluncurkan Apple II. Dari sinilah awal kesuksesan Apple Computer karena Apple II laris manis di pasaran rumah tangga dan memberikan dampak besar bagi industri komputer rumahan.

Semakin tenar setelah Apple III

Kembali memperbarui produknya, Apple III diluncurkan tahun 1980 dan membuat nama Steve Jobs semakin populer di kalangan penggiat teknologi dan para investor bisnis. Meski ketenaran Apple III tak sesukses Apple II, tapi keuntungan dari peluncuran ini adalah Apple Computer mencatatkan namanya pada bursa efek. Setelah itu, ia mulai memikirkan tentang pengembangan perusahaan dan mencari pemimpin untuk mengarahkan Apple Computer agar semakin maju.

Apple Lisa dan babak baru Apple Computer

Steve memutuskan untuk menggaet John Sculley, yang merupakan pegawai Pepsi-Cola sebagai pimpinan perusahaan. Pada waktu itu ia memberi tantangan kepada John Sculley untuk memilih apakah akan menjual minuman soda seumur hidup atau merubah dunia. Tantangan itu diterima oleh John Sculley dan mulai merilis Apple Lisa dengan teknologi yang canggih di masa itu namun ternyata gagal merebut atensi pasar.

Lahirnya Macintosh

Gagal dengan Apple Lisa, Steve Jobs mulai merubah strategi dan merilis macintosh pada 1984. Produk ini merupakan komputer pertama yang berhasil di jual ke pasaran dengan menghadirkan fitur antarmuka pengguna grafis. Ide cemerlang ini dicetuskan oleh Jef Raskin yang menggunakan teknologi tersebut pada Xerox’s PARC. Siapa sangka produk Macintosh berumur panjang hingga saat ini dan menjadi produk Apple paling fenomenal melintasi zaman.

Konflik internal Apple

Populernya Apple dan produk-produknya mengantarkan Steve Jobs kepada sosok yang disegani oleh publik, tapi tidak di dalam internal perusahaan Apple. Banyak karyawan perusahaan yang menganggap pendiri Apple ini tidak memimpin dengan baik karena sering berubah pikiran dan beremosi tinggi meskipun terkadang sosoknya cukup karismatik dan persuasif. Menanggapi hal ini, pada tahun 1985 Sculley membuat keputusan hebat dengan memberhentikan Steve Jobs dan mengeluarkannya dari Apple.

Mendirikan NeXT Computer

Selepas tak lagi bersama Apple, Steve Jobs mendirikan perusahaan komputer sendiri yang dinamai NeXT Computer. Sistem komputerisasi yang dibesut oleh NeXT sangat canggih namun ternyata gagal di pasaran seperti halnya Apple Lisa. Selanjutnya NeXT Computer justru terkenal di kalangan pengembang komputer dan sains. Banyak sistem informasi yang dikembangkan dengan menggunakan NeXT Computer ini seperti program object-oriented, PostScript, perangkat magneto-optical, serta World Wide Web.

Mendirikan Pixar Studio

Saat dikeluarkan dari Apple tahun 1984, Steve Jobs sempat mendirikan studio animasi komputer bersama Edwin Catmull. Studio animasi ini berada di Emeryville, California yang berawal dari divisi grafik komputer milik Lucasfilm yang pernah memproduksi Star Wars. Ia membeli dari George Lucas sebesar $10 juta. Siapa sangka Pixar Studio yang didirikan Steve Jobs telah berkembang menjadi salah satu studio animasi sukses melahirkan film animasi berkualitas dan menjadi standar perkembangan animasi dunia seperti yang dikenal saat ini.

Kembali ke Apple Computer

Perjodohan Steve dan Apple Computer sepertinya masih berlanjut. Tahun 1996, Apple membeli NeXT Computer seharga $402 juta sekaligus membawa Jobs kembali ke pelukan perusahaan yang pernah dia bangun. Pada tahun 1997, ia kembali menjadi pimpinan Apple menggantikan Gil Amelio.

Kolaborasi NeXT dan Apple

Langkah tepat ketika NeXT berkolaborasi dengan Apple dan dibidani oleh Steve Jobs karena pada dasarnya NeXT dan Apple adalah saudara kandung. Sistem komputer NeXt yang canggih dikawinkan dengan komputer buatan Apple dan dikembangkan sehingga memunculkan sistem operasi Mac OS X. Dari sistem operasi inilah Apple menciptakan salah satu mahakaryanya, iMac. Produk ini adalah komputer pertama yang dijual dengan mengutamakan penampilan dan teknologi canggih sekaligus. Sejak saat itu, konsep penampilan menarik dan teknologi canggih jadi standar Apple saat mengembangkan produk baru.

Era baru smartphone oleh iPhone

Selalu ada inovasi yang dikeluarkan oleh Apple dan pendirinya. Salah satunya adalah perilisan iPhone generasi pertama pada 9 Januari 2007. Konsep layar sentuh yang diusung oleh iPhone menjadi babak baru era smartphone yang terus berkembang hingga saat ini. iPhone 2G pada saat itu menjadi produk inovatif yang mencengangkan seluruh dunia.

Pengembangan iPod

Setelah sukses menyasar pasar komputer, Apple melebarkan sayapnya dan melihat potensi dari industri musik. Tren pemutar kaset portable yang dibawa kemana-mana menjadi ide brilian untuk memulai semuanya. Steve Jobs dengan cerdas meluncurkan iPod, pemutar musik digital tanpa kaset yang terhubung dengan iTunes Music Store. Bisa dibilang iPod telah merubah industri musik dan mengalihkannya ke produk digital tanpa harus membawa kaset atau CD lagi.

Peluncuran iPad

Selain merilis iPod sebagai produk fenomenal, Apple juga merilis produk yang inovatif lainnya yaitu iPad pada Januari 2010. Tablet komputer dari Apple ini dikenalkan oleh Steve Jobs di Yerba Buena Center, California. Produk inovatif ini mendapatkan sambutan hangat dan respon dari pasar. Tak heran setelah iPad dirilis, produsen teknologi lain juga berlomba untuk mengadopsi produk tablet pintar ini dan menjadi salah satu tren di masanya.

Mempertahankan eksklusivitas

Kehadiran Apple dan segala teknologi canggihnya tentu mendapatkan respon yang berbeda-beda dari pasar maupun kompetitor. Beberapa produsen komputer mengajukan diri agar kompatibel dengan sistem Macintosh, namun sayang niat baik tersebut ditolak mentah-mentah oleh Steve Jobs dan mempertahankan eksklusivitas setiap produk Apple hanya bisa digunakan oleh produk Apple sendiri.

Hal ini membuat para produsen komputer kecewa dan mencari alternatif lain. Dari kekecewaan ini, Microsoft mengambil celah dengan membuat sistem operasi Windows yang kompatibel dengan semua perangkat komputer dari produsen elektronik. Hal ini membuat Apple gagal menguasai pasar sebagai pemimpin di bidang komputer pribadi.

Pensiun dari Apple

Dikarenakan kesehatan yang semakin memburuk, Steve memutuskan untuk pensiun sebagai CEO Apple pada 25 Agustus 2011. Dia menunjuk Tim Cook sebagai penggantinya untuk memimpin Apple menuju masa depan yang lebih baik. Melalui Apple, ia telah mengembangkan produk-produk berinovasi dan jadi standar teknologi saat ini. Mulai dari komputer rumah, sistem operasi, perubahan tren mendengarkan musik, dan lainnya.

Mulai tahun 1976 ia mengeluarkan Apples l. Karya-karyanya terus berkembang sampai terakhir tahun 2010, ia mengeluarkan iPad yang sempat menghebohkan dunia.

Tutup usia

Dunia teknologi dunia berkabung pada 5 Oktober 2011 saat mengetahui sang pionir tutup usia. Steve Jobs meninggal pada usia 56 tahun setelah sebelumnya bertahan dengan kanker pankreas yang telah menggerogoti tubuhnya. Ikon Silicon Valley ini meninggalkan banyak penemuan dan inovasi untuk perkembangan teknologi dunia yang sampai saat ini merangsang para produsen teknologi untuk membuat hal baru seperti apa yang dilakukan oleh Steve Jobs.

Fakta Unik tentang Steve Jobs

Meski pemilik Apple telah meninggalkan semua inovasi teknologinya, tapi sampai kapanpun dunia akan berterima kasih atas apa yang telah ditemukan olehnya, yaitu Apple Computer. Berikut ini fakta menarik dan unik tentang Steve yang perlu kamu tahu, benar-benar menginspirasi, lho.

Siswa nakal

Steve Jobs termasuk siswa nakal di sekolah dasar. Dia pernah melepaskan ular ke dalam kelas dan membakar petasan saat berada di kelas.

Bekerja tanpa alas kaki

Sebagai penganut Buddha, ia punya kebiasaan melepas alas kaki saat bekerja dan hal itu bisa dilakukan saat bekerja paruh waktu pada malam hari di Atari Inc.

Orang paling berpengaruh di dunia

Majalah Fortune menobatkan Steve Jobs sebagai salah satu pengusaha paling berpengaruh pada 2007. Sedangkan Forbes menyatakan ia sebagai orang terkaya ke 136 tahun 2010 dengan total kekayaan $5,5 miliar.

Pakaian ikonik

Steve dikenal dengan cara berpakaiannya yang ikonik yaitu baju lengan panjang mock-turtleneck yang dibuat oleh St Croix, celana Levi’s 501, dan juga Sneaker New Balance 992 ukuran 14. Dia memiliki lebih dari 100 celana untuk mempertahankan gaya berpakaiannya yang ikonik itu.

Gaji hanya $1 per tahun

Banyak orang menganggap gaji seorang pimpinan perusahaan sekelas Apple pasti besar. Nyatanya sang pimpinan hanya mendapatkan gaji $1 per tahun selama menjabat sebagai CEO. Hal ini membuatnya masuk ke dalam catatan Guinness World Records sebagai pemimpin perusahaan dengan gaji terendah. Di tahun 2003, Apple mengumpulkan pendapatan $219 juta. Meski mendapatkan gaji yang cukup rendah, tapi ia menerima uang penggunaan pesawat pribadi, saham Apple sejumlah 5,5 juta lembar dan juga sejumlah saham di Disney.

Mobil tanpa plat nomor

Steve Jobs memiliki kendaraan pribadi yang selalu digunakan untuk aktivitas harian, yaitu Mercedes SL55 AMG berwarna perak lembut. Uniknya mobil tersebut tidak memiliki plat nomor sama sekali. Ia takut jika mobilnya akan jadi sasaran kejahatan jika memiliki plat nomor. Namun tentu saja ide aneh ini tidak melanggar hukum karena Undang-Undang kendaraan di California menyatakan bahwa siapa saja bisa mengendarai mobil baru tanpa plat nomor selama 6 bulan.

Undang-Undang ini menjadi celah bagi Steve untuk membuat kendaraannya tetap tanpa plat nomor dengan bekerja sama dengan perusahaan leasing setempat. Ia akan membeli mobil baru setiap 6 bulan sekali dan mengganti mobil lamanya, tentunya dengan merek dan tipe yang sama.

Mengidolakan Bob Dylan dan The Beatles

Untuk merangsang kreatifitasnya, Steve memiliki daftar lagu favoritnya. Musisi idolanya adalah Bob Dylan dan The Beatles. Ia banyak mendapatkan inspirasi dan motivasi dari musisi legendaris ini. Beberapa lagu kesukaannya adalah Imagine dari John Lennon, yang bercerita tentang dunia yang jadi tempat indah tanpa peperangan dan lebih baik dari hari kemarin.

Tema lagu ini sama seperti misinya untuk membuat perubahan pada dunia. Sedangkan lagu favorit dari Bob Dylan adalah Blowin in the wind yang menceritakan tentang banyak hal yang masih harus diselesaikan. Tema lagu ini menceritakan tentang ambisi Steve serta ide-ide briliannya yang masih harus direalisasikan.

Dunia terus berjalan, dan Steve Jobs telah meninggalkan banyak hal untuk dunia hari ini dan tentunya di masa depan. Konsep hidupnya dan pola pikirnya telah menginspirasi banyak orang untuk tumbuh dan berkembang, berinovasi dan berani bermimpi. Jika kamu masih punya impian yang belum diraih, tentu sosoknya layak dijadikan panutan. Selain Steve Jobs, masih ada tokoh-tokoh lain yang menginspirasi dan patut dijadikan panutan. Temukan biografi tokoh lain, mulai dari publik figur dalam negeri seperti Sandiaga Uno, hingga luar negeri seperti Jack Ma di Qoala Blog, ya!

Bagikan ke Teman:
Riza Dian Kurnia
A great storyteller and an enthusiastic listener. Dont stop when you are tired, stop when you are done.