Chef Juna Rorimpandey: Profil, Biografi, Fakta Terkini

Artikel ini terakhir diperbarui Januari 4, 2021 by Revi Maudy Vekelita
Chef Juna Rorimpandey: Profil, Biografi, Fakta Terkini
Sumber foto: Chef Juna Rorimpandey via Instagram
Bagikan ke Teman:

Chef Juna menjadi salah satu chef yang paling dikenal saat ini. Perawakannya yang ganteng dan cool serta memiliki image yang galak, membuatnya digandrungi para kaum hawa. Namanya mencuat ke publik dan menjadi idola sejak tampil sebagai juri dalam MasterChef Indonesia season pertama.

Walau kerap menampilkan sosok yang garang dan berkomentar pedas, banyak orang yang menyukai karakternya dan itu malah menjadi ciri khasnya sebagai juri dalam acara memasak. Imbas dari kepopuleran Chef Juna, banyak orang yang penasaran dengan profilnya mulai dari tinggi badan, keluarga, sampai kehidupan pribadinya. Yuk, simak bahasan lengkap dari Qoala berikut ini!

Biografi Chef Juna

Siapa sangka bila kehidupan pria bertato keturunan Manado ini bak roller coaster sebelum akhirnya sukses seperti sekarang. Buat yang penasaran, berikut riwayat hidup Chef Juna dari kecil sampai menjadi seorang chef papan atas yang dikenal publik.

1. Masa kecil dan remaja Chef Juna

Pria bernama lengkap Junior Rorimpandey ini lahir di Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Juli 1975. Saat kecil, Chef Juna tumbuh dari keluarga broken home dan dia sudah berpisah dengan ayahnya pada usia 6 tahun. Tak terpikirkan oleh dirinya yang sewaktu kecil dan remaja dikenal bandel ini untuk menjadi seorang chef. Semasa kecil Juna amat menyukai masakan siomay Bandung.

Chef Juna yang menganut agama Kristen banyak menghabiskan masa remaja di Pulau Dewata, Bali. Kenakalannya sudah dimulai saat dia menato tubuhnya dengan mesin buatannya sendiri pada usia 15 tahun. Pada usia 17 tahun, dia bergabung dengan geng bernama Bad Bones yang sering mengendarai Harley Davidson. Menurut penuturannya, dia pernah melawan 40 orang dalam perkelahian karena masalah perempuan. Akibat kenakalannya dia mengalami berbagai resiko mulai dari berhenti kuliah, pernah diculik dan disiksa, dan hampir ditembak.

2. Dropout dari kuliah

Chef Juna pernah kuliah di jurusan perminyakan Universitas Trisakti, sebelum menjadi seorang chef. Juna pernah kuliah di universitas trisakti jurusan perminyakan. Bahkan dia menjadi ketua angkatan mahasiswa perminyakan pada tahun 1993. Tapi pendidikannya terhenti karena ulah sendiri dan kenakalan Juna waktu itu memang cukup di luar batas.

Juna kerap terlibat tawuran antar mahasiswa di kampusnya saat memimpin serangan ke jurusan mesin. Bahkan telinganya nyaris putus terkena sabetan parang saat tawuran. Lebih lanjut, tawuran itu pun tidak berimbang yang mana jumlah mahasiswa perminyakan hanya 30 orang, sementara jumlah mahasiswa mesin sekitar 300 orang. Akibat sabetan parang itu, ia kemudian langsung dibawa ke rumah sakit sumber waras.

3. Pindah ke Amerika

Setelah kuliahnya kandas, Chef Juna yang memiliki hobi berkendara Harley Davidson kemudian terbang ke houston, Texas sekitar tahun 1997. Dia menjual sepeda motor Harley Davidson miliknya untuk melanjutkan pendidikannya di sekolah penerbangan.

Perjuangan Chef Juna untuk bisa hidup di Amerika tentu tidak mudah karena dia menghadapi berbagai masalah. Salah satunya karena kekurangan uang untuk membiayai pendidikannya, padahal dia hampir menjadi seorang pilot.

Pada tahun 1998 terjadi krisis moneter yang turut mempengaruhi ekonomi keluarganya. Imbasnya, sekolah penerbangan yang sedang dijalani di Amerika turut terganggu. Padahal Juna sudah mendapatkan private pilot license dan instrument reading. Untuk bisa menjadi seorang pilot, dia hanya perlu mendapatkan commercial license.

Masalah itu tidak membuat Juna putus karena asa karena selanjutnya dia berupaya mendapatkan uang untuk bertahan hidup di Amerika.

4. Terpaksa terjun ke dunia memasak

Jalan hidup Chef Juna memang tidak lurus-lurus saja alias berliku dan penuh tantangan. Selama di Amerika, dia sempat menjadi imigran gelap karena visa pelajarannya sudah habis. Selanjutnya dia mencoba menghasilkan uang dari pekerjaan apapun selama 6 bulan. Salah satunya menjadi pelayan di sebuah restoran.

Gaji pertama yang diterimanya sebesar 1.000 Dollar AS per bulan. Jumlah itu tergolong kecil untuk tinggal di Amerika Serikat karena dia harus membayar sewa apartemen dan biaya makan. Status Juna saat itu merupakan pekerja ilegal karena tidak memiliki izin kerja dan izin tinggalnya juga sudah habis setelah 6 bulan.

Peruntungan Juna seolah membaik setelah master sushi di restoran itu menawarkan untuk menjadi murid dan dia menerima tawaran itu. Restoran yang mempekerjakan Juna akhirnya membuatkannya US Resident Green Card Holder dan dia mendapatkan kesempatan bekerja selama 5 tahun di restoran itu.

Juna memang harus mempelajari berbagai hal baru untuk bertahan hidup di Amerika, salah satunya dengan terjun ke dunia kuliner. Dia juga pernah bekerja di dapur restoran jepang dan kemampuan serta bakatnya di bidang kuliner semakin terasah di sana. Buah kerja keras Chef Juna terbayar saat dia diangkat sebagai kepala koki di restoran jepang itu, sekitar tahun 2002.

Setahun berselang, dia pindah ke Uptown Sushi yang merupakan restoran sushi nomor 1 di Houston dan menjadi Executive Chef di sana. Lama-lama dia jenuh dengan masakan Jepang sehingga pindah ke restoran Perancis, The French Laundry yang dikenal memiliki standar tinggi.

Juna pun harus belajar lagi dari awal. Dia belajar dengan sangat keras supaya makanan yang dihasilkan terlihat cantik, tapi tetap enak dan bergizi. The French Laundry akan memberikan hukuman terhadap kesalahan yang dilakukan kokinya, meski sangat sepele. Pengalamannya bekerja di restoran ini membuat Juna menjadi seorang koki masak yang tegas dan disiplin. Sejak saat itu Juna mulai fokus di dunia kuliner sampai sekarang.

5. Kembali ke Indonesia

Setelah malang melintang di Amerika selama hampir 12 tahun, Chef Juna mengambil cuti selama 3,5 bulan untuk mengamati kuliner tanah air. Dia mendapat kabar bahwa teman-temannya berniat membuat restoran dengan konsep yang ‘benar’. Maksudnya, pengunjung bisa melihat atau bertemu dengan chef-nya. Tidak seperti kebanyakan restoran saat itu yang mana pengunjung tidak bisa komplain dengan makanannya karena tak bisa bertemu dengan chef-nya.

Akhirnya Juna pulang ke Indonesia dan bergabung dengan restoran Jack Rabbit yang menampilkan dirinya sebagai eksekutif chef dan Mr. Carsen sebagai bartender. Tidak butuh waktu lama, restoran Jack Rabbit menjadi terkenal. Padahal banyak orang yang belum mengenal namanya. Salah satu kunci kesuksesan restoran Jack Rabbit adalah konsepnya yang berbeda dengan restoran lain.

6. Dikenal publik melalui acara MasterChef Indonesia

Nama Chef Juna kian melambung saat menjadi salah satu juri pada acara MasterChef Indonesia season pertama dan kedua. Pengalaman dan keterampilannya dalam memasak membuat namanya didapuk sebagai juri. Chef Juna kembali muncul pada season kelima yang mana dia menjadi juri bersama Chef Arnold Poernomo dan Chef Renatta Moeloek.

Pemilik nama lengkap Junior Rorimpandey ini tampil dengan pembawaan yang tegas dan galak pada peserta MasterChef. Tak jarang aksinya ini membuat penonton di rumah ikut merasa deg-degan dan terbawa emosinya.

Sampai tahun 2020, pria Manado yang memiliki tampilan rambut gondrong ini masih menjadi koki selebriti ternama bersama Chef Arnold dan Renatta. Banyak orang yang penasaran dengan keluarga atau mantan istri Chef Juna, serta mencari tahu apakah pria asal Manado ini memiliki adik atau tidak.

Fakta Terkini tentang Chef Juna

Chef Juna memiliki segudang fakta menarik terkait kehidupannya. Berikut deretan fakta yang patut kamu ketahui dari pria kelahiran Manado 45 tahun yang lalu ini.

1. Mendirikan geng motor

Saat masih berusia 17 tahun, Juna dikenal sebagai anak berandalan dan membentuk geng bernama Bad Bones. Geng ini mengendarai Harley Davidson melakukan touring ke berbagai daerah bahkan sering kali tanpa tujuan. Dari sinilah kehidupan kelamnya dimulai karena saat itu dia masih terpengaruhi oleh kenakalan remaja, mulai kenal dengan alkohol dan obat-obatan terlarang.

Setulusnya dari SMA, dia memilih jurusan perminyakan, tapi setelah 3,5 tahun, Juna tak menyelesaikan kuliahnya karena terlalu nakal. Dia menghadapi jalan kehidupan yang keras karena pernah diculik maupun overdosis.

Chef Juna memang pernah terjerumus di pergaulan yang kurang tepat. Keinginannya untuk berubah jadi lebih baik sangat kuat sampai dia memutuskan pindah ke Amerika Serikat. Uniknya, bukan memutuskan menjadi seorang chef atau koki, melainkan demi mendapatkan lisensi pilot.

2. Pantang meminjam uang

Walau tak punya pemasukan pada saat sulit, Chef Juna tidak mau meminjam uang kepada temannya. Pasalnya, dia sudah diajari sejak kecil untuk tidak meminjam uang. Seandainya meminjam uang, dia pun tidak tahu bagaimana mengembalikannya karena belum punya pemasukan. Kala itu, Chef Juna tinggal bersama delapan orang di sebuah apartemen. Delapan orang itu tinggal berdesak-desakan tanpa kasur dan tidur dengan alas seadanya.

3. Mengorek sampah untuk makan

Siapa sangka bila seorang Chef Juna pernah mengorek sampah untuk mencari sesuatu yang bisa digunakan? Hal itu terjadi saat dia sedang mengalami krisis ekonomi saat bertahan hidup di Amerika. Apapun dia lakukan untuk bisa bertahan hidup karena tidak memiliki uang sama sekali. Menurut pengakuan Juna, dia mengambil puntung rokok yang masih bisa digunakan. Terkadang, dari tong sampah dia bisa menemukan koin sen-senan yang bisa dibelanjakan.

4. Jadi chef tanpa sekolah

Dalam beberapa kesempatan, Chef Juna pernah mengatakan bahwa menjadi koki handal tak selalu harus dengan sekolah. Modalnya cukup dengan berlatih keras dan selalu mempelajari pengetahuan baru. Kala itu, Juna belajar dari buku-buku di perpustakaan di tengah keterbatasannya. Dia mengaku bahwa komputer di public library selalu buka 24 jam dan mempelajari berbagai terminologi dalam dunia kitchen.

5. Kerja di restoran Jepang menjadi titik balik hidupnya

Setiap orang tentu memiliki titik balik begitu pula dengan Chef Juna. Saat itu, pada tahun 1998, Indonesia mengalami peristiwa politik besar. Dampak krisis ekonomi di Indonesia turut membuat ibu Chef Juna tidak bisa membantu keuangan anaknya di luar negeri. Akibatnya, dia gagal menjadi pilot bahkan kehabisan visa untuk tinggal di Amerika. Juna menyiasatinya dengan bekerja di restoran Jepang sebagai pelayan. Dia bekerja di restoran Jepang dan diajari oleh seorang master sushi dari hal mendasar sampai tingkatan yang sulit. Siapa sangka bila momen itu menjadi titik balik kehidupannya.

6. Mengalami kecelakaan kerja

Setiap pekerjaan tentu memiliki resiko, begitu pula dengan seorang chef. Koki berusia 45 tahun itu pernah menceritakan pengalamannya mengalami kecelakaan kerja saat di dapur. Waktu itu dia masih bekerja di sebuah restoran di Amerika dan pengunjung sedang ramai di weekend terutama oleh anak-anak.

Chef Juna lupa mencabut power hand blender saat membersihkannya dan ternyata jarinya masuk ke dalam. Akibatnya, saraf pada ruas pertama jari telunjuk dan jari tengah di tangan kirinya mati. Dia sempat dilarikan ke emergency room di salah satu rumah sakit di Amerika. Hanya saja dia tak bisa menebus obat penghilang rasa sakit karena harganya mahal sehingga dia harus menahan rasa sakit yang mengakibatkannya tidak dapat tidur.

7. Menikah dengan wanita Amerika

Banyak penggemar yang penasaran dengan biodata mantan istri dan Chef Juna. Pria asal Manado berusia 45 tahun ini pernah menikah dengan perempuan warga negara AS pada 2007. Istri Chef Juna merupakan seorang dokter anestesi di MD Anderson, rumah sakit kanker nomor satu di dunia. Pernikahan keduanya hanya bertahan dua tahun dan tidak memiliki anak.

Menurut pengakuan Juna, dia dan istrinya saat itu memang menunda untuk memiliki momongan. Berbeda dengan pasangan orang Indonesia yang lekas ingin memiliki anak setelah menikah.

Sebab perceraian Juna dan istrinya adalah karena jarang bertemu dan berkomunikasi. Perbedaan jam kerja keduanya membuat pasangan ini hampir tak pernah bertemu, walau berada dalam satu rumah. Istrinya sudah berangkat kerja jam 5 pagi dan baru pulang jam 6 sore lalu tidur jam 8 malam. Sementara dirinya baru pulang jam 1 pagi dan bangun jam 8 pagi. Lanjut Juna, dia tetap menjalin hubungan baik dengan mantan istrinya sampai sekarang.

8. Menjaga mantan istri yang hamil besar

Chef Juna memutuskan kembali ke Indonesia usai bercerai. Selang beberapa waktu, mantan istrinya hamil, walau belum menikah dengan pria lain. Kehamilan mantan istrinya terjadi dari hasil hubungan asmara dengan kekasihnya, tapi pria itu tidak bertanggung jawab. Karena tak ingin mantan istri hamil besar seorang diri, Chef Juna memutuskan untuk membantu mendampinginya. Dia pun mengaku tak peduli dengan orang lain yang menggunjingkan tindakannya itu.

9. Memiliki restoran

Sebagai seorang chef, bisnis restoran juga tak lepas dari perhatian Juna. Restoran pertama miliknya, ada restoran Correlate yang mengusung makanan asal Prancis serta Jepang. Chef Juna ahli mengolah makanan dari kedua negara itu sehingga kualitasnya tak perlu diragukan lagi. Sayangnya restoran ini tutup sejak November 2017.

Chef Juna kembali membuka restoran kali ini fokusnya pada masakan khas Jepang yakni ramen. Gogo Ramen bisa kamu jumpai di Trans Park Bintaro Mall bila menyukai sajian makanan khas Jepang.

10. Menjadi juri MasterChef Indonesia

Pada akhir Juli 2011, Chef Juna mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Executive Chef di Restoran Jack Rabbit Jakarta untuk menjadi juri utama di acara MasterChef Indonesia. Tercatat, dia menjadi juri untuk season 1, 2, 5, 6 dan 7.

Melalui acara itu, Juna meraih perhatian karena sifatnya yang tegas, disiplin, dan profesional soal dunia kuliner. Komentarnya yang pedas juga membuat nyali peserta MasterChef menjadi ciut. Penampilan Juna yang nyentrik dengan banyak tato di lengan dan gayanya yang cool, membuatnya diidolakan banyak kaum hawa.

Itulah riwayat hidup dan fakta tentang Chef Juna yang patut kamu ketahui. Kisah hidupnya yang berliku membawanya menjadi salah satu chef paling dikenal saat ini. Semoga kisah di atas bisa menginspirasi kamu ya, Qoala bosses!

Bagikan ke Teman:
Yogarta Awawa
Seorang penulis, yang subjek tulisannya merentang dari artikel, berita, company profil, cerpen, sampai puisi. Hasil karyanya termuat dalam antologi "Narasi Baru" yang digagas Festival Sastra TangSel 2018 dan "Semesta Jiwa" oleh Komunitas Rumah Semesta.