Apa itu Deposito? Dari Berjangka, Sertifikat, hingga On Call

Artikel ini terakhir diperbarui November 17, 2020 by Revi Maudy Vekelita
Apa itu Deposito? Dari Berjangka, Sertifikat, hingga On Call
Sumber foto: Andrii Yalanskyi via Shutterstock
Bagikan ke Teman:

Banyak orang yang tak mengetahui apa itu deposito. Padahal deposito menjadi menjadi salah satu opsi investasi paling aman dibandingkan investasi-investasi lainnya. Ada banyak keuntungan yang menggunakan deposito bank sebagai salah satu jalan untuk menyimpan uang dengan jangka waktu tertentu. Pasalnya deposito berjangka punya keuntungan lebih banyak daripada tabungan biasa, walau deposito tidak bisa diambil dengan mudah dalam jangka waktu kapanpun.

Bila investor menarik dana sebelum waktunya, maka bersiap untuk terkena denda penalti. Menariknya, semakin lama dan semakin besar kamu menyimpan dana dalam bentuk deposito, maka semakin besar pula bunga yang ditawarkan. Mau tahu lebih lanjut soal deposito? Simak rangkuman Qoala berikut ini.

1. Pengertian Deposito

Slip setoran kertas, uang receh dan pena di atas latar belakang kayu yang menggambarkan apa itu deposito.
Sumber foto: R. MACKAY PHOTOGRAPHY, LLC via Shutterstock

Apa itu deposito bank? Dalam istilah keuangan, deposito berarti uang yang disimpan di bank dalam waktu yang sudah disepakati antara nasabah dan bank selaku pemegang otoritas.  Deposito adalah produk simpanan di bank yang penyetorannya maupun penarikannya hanya bisa dilakukan pada waktu tertentu saja.

Dana yang disimpan dalam deposito memiliki tenor mulai dari satu bulan, tiga bulan, enam bulan dan 12 bulan. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), suku bunga deposito rata-rata bank umum tercatat 7,60 persen untuk satu bulan, 8,33 persen untuk tiga bulan, dan 8,61 persen untuk enam bulan dan untuk jangka lebih dari 12 bulan.

Terdapat jenis-jenis deposito mulai dari Deposito Berjangka, Deposito Automatic Roll Over, Sertifikat Deposito, dan Deposito on Call. Setiap jenis-jenis deposito memiliki keuntungannya sendiri sesuai karakteristiknya. Kamu bisa membuka deposito di berbagai bank nasional sebut saja Deposito BRI, Deposito BCA, Deposito BNI, dan sebagainya. Selain itu, kamu harus tahu bahwa deposito memiliki setoran minimal. Misalnya setoran minimal deposito BRI adalah Rp 10 juta.

Setelah mengetahui apa itu deposito bank, kamu harus tahu keuntungan investasi ini beserta kerugiannya sebelum membuka rekeningnya di bank pilihan kamu:

Kelebihan Deposito:

  • Sarana investasi yang baik.
  • Suku bunga lebih tinggi.
  • Bunga deposito mudah diakses.
  • Risiko kerugian kecil.

Kekurangan Deposito:

  • Lemah terhadap inflasi.
  • Imbal hasil rendah.
  • Nilai investasi tidak bisa bertambah.

Sebelum mengetahui bagaimana cara perhitungan deposito, ada baiknya kamu mengetahui jenis-jenis deposito yang ada terlebih dulu.

2. Deposito Berjangka

Apa itu deposito berjangka? Deposito ini merupakan produk bank sejenis tabungan yang ketika didepositkan tidak dapat ditarik nasabah sebelum jatuh tempo. Deposito ini memiliki waktu yang bisa dipillih contohnya 1,3,6,12 hingga 24 bulan. Bila deposito berjangka dicairkan sebelum tanggal jatuh tempo yang sudah ditentukan, maka akan pengguna dikenakan penalti.

Deposito punya kelebihan berupa tingkat suku bunga yang lebih besar dibanding produk tabungan biasa. Hanya saja dana yang telah didepositkan hanya bisa diambil sesuai jangka waktu yang telah disepakati di awal. Selain itu deposito memiliki sistem Automatic Roll Over yakni perpanjangan secara otomatis.

Sistem itu membuat deposito diperpanjang secara otomatis saat selesai jatuh tempo. Deposito cocok untuk pemula karena jangka waktu dan bunga yang ditawarkan cukup kompetitif. Lalu, apa saja manfaat lainnya dari deposito berjangka?

Manfaat Memiliki Simpanan Deposito Berjangka

Sebelum melakukan simpanan deposito berjangka, kamu membutuhkan informasi terkait apa saja manfaat dari simpanan tersebut dan apa saja yang dapat kamu peroleh. Karena itu, ini manfaat dari deposito berjangka:

Deposito Berjangka Merupakan Investasi yang Relatif Aman

Salah satu pertimbangan orang memilih deposito berjangka sebagai investasinya adalah risiko yang rendah. Dibanding saham, instrumen investasi ini tergolong rendah tingkat risikonya. Tapi tingkat risiko ini bisa meningkat bila hal seperti krisis atau masalah politik dalam suatu negara berkembang. Secara umum deposito cukup kuat jika menghadapi kondisi naik turunnya pasar uang dan pasar modal. Karenanya deposito bisa dianggap sebagai instrumen investasi yang tingkat risikonya rendah.

Manfaat Suku Bunga

Deposito juga memiliki suku bunga yang relatif kompetitif dibanding produk tabungan. Bahkan perbandingan suku bunga deposito dibanding tabungan ini hampir 3 kali lipat. Ini menjadi alasan banyak orang lebih memilih deposito berjangka sebagai produk investasi dibanding produk tabungan.

Mudahnya Proses Administrasi

Dahulu proses pembukaan rekening deposito memerlukan syarat yang cukup banyak dan panjang. Namun berkat kemajuan jaman,  kamu bisa membuka rekening deposito secara online dengan melengkapi berbagai syarat yang ada. Dalam deposito online, kamu harus menentukan besaran jumlah dana yang akan didepositkan serta jangka waktu yang sesuai dengan kebutuhan dana.

Jaminan Keamanan

Keamanan menjadi salah satu faktor penting mengapa orang memilih deposito sebagai investasinya. Instrumen investasi ini memberikan keamanan bagi masyarakat karena uang yang disimpan dalam bentuk deposito langsung dijamin oleh negara. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menjaminkan deposito nasabah sampai mencapai Rp 2 miliar dengan tingkat suku bunga yang tertinggi. Oleh karena itu, deposito relatif lebih aman terutama bagi pemula yang sedang belajar investasi.

Investasi Lebih Mudah

Manfaat deposito lainnya adalah kemudahan dengan menerima segala mata uang yang didepositkan. Berbagai mata uang seperti Poundsterling, Dollar, Euro, dan berbagai mata uang lainnya dapat diterima di bank yang menyediakan produk deposit ini.

Contoh Deposito Berjangka Bank Besar di Indonesia

Banyak bank yang menyediakan deposito berjangka dan kamu harus cermat memperhatikan suku bunga beserta aturan dari setiap bank sebelum memutuskan membuka rekening deposito. Berikut contoh deposito berjangka dari beberapa bank besar di Indonesia:

Bank BCA

  • Jangka waktunya 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan.
  • Mata uang: Rupiah, USD, SGD, HKD, AUD, JPY, GBP, dan EUR.
  • Dapat dipergunakan sebagai jaminan kredit.
  • Setoran awal minimum adalah Rp 8.000.000 atau ekuivalen USD 1.000.

Bank BNI

  • Terdapat berbagai pilihan mata uang Rupiah atau asing (USD, JPY, GBP, SGD, HKD, EURO).
  • Bunga bisa ditransfer ke rekening Tabungan, Giro atau menambah pokok simpanan.
  • Ketika jatuh tempo dapat diperpanjang secara otomatis (Automatic Roll Over/ARO) atau tidak otomatis (non ARO).
  • Tersedia pilihan jangka waktu: 1, 6, 12, 24, 36 bulan

Bank BRI

  • Keleluasaan untuk memilih jangka waktu Deposito BRI, mulai dari 1,2,3,6,12,18 dan 24 bulan.
  • Bebas biaya administrasi.
  • Pencairan sebagian nominal Deposito BRI tanpa merubah nomor rekening.
  • Suku bunga negosiasi (apabila memenuhi kriteria tertentu).

Bank Mandiri

  • Jangka waktu 1, 3, 6, 12, atau 24 bulan.
  • Bisa Automatic Roll Over (ARO).
  • Dapat meminjam dengan Deposito sebagai jaminannya.

Bank Sinarmas

  • Bunga yang menarik dan meningkat.
  • Menjanjikan deposito berjangka anda dalam penggunaannya sebagai referensi bank.
  • Deposito berjangka Sinarmas dapat dimiliki oleh perorangan atau perusahaan.
  • Tersedia dalam berbagai mata uang.
  • Pilihan mata uang asing sesuai dengan permintaan nasabah.

Dan bank-bank nasional terkemuka lainnya yang menyediakan layanan deposito.

Sudah tahu kan apa itu deposito berjangka?

3. Deposito Automatic Roll Over

Deposito automatic roll over merupakan bentuk lain dari deposito berjangka. Simpanan masyarakat  berbentuk deposito yang telah jatuh tempo, namun belum diambil oleh deposan, secara otomatis akan dilakukan proses perpanjangan waktu tanpa adanya persetujuan dari deposan. Nasabah bisa menentukan lamanya jumlah jangka waktu sesuai kebutuhan mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, dan sebagainya. Automatic Roll Over artinya perpanjangan waktu secara otomatis.

Kamu tetap bisa mengetahui saldo deposito dengan mendatangi bank tempat menabung. Selanjutnya mintalah cetak bukti perpanjangannya atau jumlah saldo deposito.

4. Sertifikat Deposito

Tumpukan koin dalam konsep pertumbuhan bisnis dengan latar belakang alam, konsep perbankan tentang keuntungan investasi deposito.
Sumber foto: CHOTTHANIN THITIAKARAKIAT via Shutterstock

Apa itu deposito berjenis sertifikat? Sertifikat deposito adalah simpanan berbentuk deposito yang sertifikat bukti penyimpanannya bisa dipindahtangankan. Hal ini sudah diatur dalam Peraturan Bank Indonesia dan sertifikat deposito ditransaksikan di pasar uang.

Sesuai Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 19/2/PBI/2017 tentang Transaksi Sertifikat Deposito di Pasar Uang, besaran nominal dalam penerbitan sertifikat deposito minimal adalah Rp10 miliar dan dalam bentuk valuta asing dengan nominal sama.  Kamu juga harus tahu bahwa jangka waktu sertifikat deposito jauh lebih panjang dibanding deposito berjangka hingga 36 bulan.

Panjangnya tenor yang diatur dalam PBI tersebut dimaksudkan guna membantu percepatan pembentukan harga pasar yang lebih efisien. Sertifikat deposito lebih dimaksudkan untuk investasi bukan tabungan.

Daftar Penerbit Sertifikat Deposito di Pasar Uang

Produk sertifikat deposito memang agak asing agak asing bila dibandingkan deposito jenis lainnya. Hal ini karena regulasi yang mewajibkan bank-bank memiliki izin dari Bank Indonesia (BI). Cuma bank dengan kriteria tertentu saja yang bisa menerbitkan sertifikat deposito, mulai dari segi kesehatan dan kemampuan bank dari segi kebutuhan permodalannya.

Jadi hanya bank umum dan bank pembangunan saja yang bisa menjadi penerbit sertifikat deposito. dan gak bank bisa menjadi penerbit sertifikat deposito. Berikut daftar penerbit sertifikat deposito yang memiliki izin dari BI:

  • PT Bank Commonwealth
  • PT Bank KEB Hana Indonesia
  • PT Bank CIMB Niaga, Tbk
  • PT BPD Jawa Barat dan Banten, Tbk
  • PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
  • PT Bank of Tokyo – Mitsubishi UFJ, Ltd
  • PT Bank Pembangunan Daerah NTT
  • PT Maybank Indonesia, Tbk
  • PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906
  • PT Bank Mandiri Taspen Pos
  • PT Bank DBS Indonesia
  • PT Rabobank International Indonesia
  • PT BPD Sulawesi Selatan dan Barat
  • PT Bank BNP Paribas Indonesia
  • PT Bank Mizuho Indonesia
  • PT BPD Jawa Tengah
  • PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional, Tbk
  • PT Bank Victoria International, Tbk
  • PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara
  • Deutsche Bank AG
  • PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
  • PT Bank DKI

Karakteristik Sertifikat Deposito

Sertifikat deposito memberikan berbagai keuntungan untuk nasabahnya antara lain:

  • Suku bunga yang ditawarkan bank cukup kompetitif dan dibayar di muka sehingga memberi keuntungan yang jelas.
  • Mendapatkan jaminan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sehingga dengan berinvestasi jenis deposito ini, keamanan dana terjaga. Namun, gak melebihi ketentuan nominal jaminan LPS sebesar Rp2 miliar.
  • Sertifikat bisa diperjualbelikan atau dijadikan jaminan kredit, makanya gak ada nama nasabah dalam sertifikat tersebut.

Bunga Sertifikat Deposito, Pencairan Sertifikat Deposito, dan Penjualan Sebelum Jatuh Tempo

Terdapat beberapa hal yang harus kamu pahami di sertifikat deposito, antara lain:

Bunga Sertifikat Deposito

Sertifikat deposito pembayaran bunganya dilakukan di muka ketika pembelian dan dihitung secara diskonto. Atau pembayaran bunga dari selisih nominal sertifikat deposito dengan nilai tunai yang harus dibayar pembeli. Atau selisih harga ketika penerbitan dengan nominal akhir yang diterima saat jatuh tempo.

Pencairan Sertifikat Deposito

Jangka waktu sertifikat deposito gak bisa diperpanjang otomatis seperti layaknya deposito berjangka. Jika jatuh tempo sudah selesai, pemegang sertifikat deposito bisa mencairkan secara tunai atau dengan mentransfer ke rekening lain. Karena sesuai dengan jangka waktu yang ditentukan, nominal yang akan diterima pemilik sertifikat deposito adalah sebesar nilai sertifikat deposito tersebut.

Penjualan Sertifikat Deposito Sebelum Jatuh Tempo

Pencairan dana sebelum jatuh tempo dalam sertifikat deposito merupakan tindakan dengan menjual ke bank yang menerbitkannya atau ke pihak lain. Pemilik menerima harga jual sertifikat berupa selisih dari nominal sertifikat deposito dengan diskonto.

Rumus Perhitungan Sertifikat Deposito

Penempatan dana dalam sertifikat deposito terjadi ketika sertifikat itu dibeli pihak lain dari bank, berbeda dengan deposito berjangka. Nasabah mendapat keuntungan melalui bunga dengan persentase sesuai perjanjian antara bank dan nasabah.

Bunga dibayar di muka dan besaran bunga deposito yang diterima nantinya diperhitungkan sebagai pengurang jumlah uang yang harus dibayarkan.

Sementara pembeli sertifikat mendapat bunga ketika pembelian. Rumus dalam menghitung sertifikat deposito adalah sebagai berikut: Nilai tunai sertifikat deposito = (nominal sertifikat deposito x 365) / 365 + (bunga x jangka waktu sertifikat deposito) .

Bunga sebelum pajak = nominal SD – nilai tunai SD

Jumlah pembayaran = nilai tunai SD – bunga setelah pajak

Nilai nominal SD per lembarRp10.000.000
Pembelian SD10 lembar
Bunga4% per tahun
Tenor (jumlah hari)3 bulan (1 Agustus – 1 Oktober = 92 hari)
Pajak bunga20%
Total nominal SDRp 100 juta
Nilai tunai SDRp   99.001.844
Bunga sebelum pajakRp  998.155
Bunga setelah pajakRp 798.624
Jumlah pembayaranRp 98.203.220

Nasabah mendapatkan keuntungan sebesar Rp 798.624 dari bunga yang telah dipotong pajak 20%. Sementara pembeli sertifikat deposito, membelinya dengan harga Rp 98.203.220 saja dari harga certificate of deposit Rp100 juta.

5. Deposito on call

Apa itu deposito on call? Jenis deposito terakhir ini bisa diartikan sebagai simpanan berjangka waktu 3 sampai 30 hari atau satu bulan. Uang yang disimpan dalam bentuk deposit ini bernilai relatif besar yakni 100 juta rupiah. Saat pencarian bunganya, nasabah harus memberikan informasi terlebih dulu tiga hari sebelumnya.

Selain itu besar bunga yang dibayarkan biasanya dihitung perbulan dan nilai bunganya ditentukan sesuai negosiasi antara nasabah dengan pihak penerbit. Setiap bank bisa memberikan nilai bunga yang berbeda-beda.

Contoh Perhitungan Bunga Deposit on Call

Seorang nasabah mendepositokan uang senilai Rp 300.000.000 dalam Deposit on Call selama 10 hari dengan bunga 5 persen dan pajak untuk deposit on call sebesar 10%.

Catatan: Bunga yang dibayar dihitung sesuai ketentuan bahwa satu bulan adalah 30 hari.

Perhitungannya:

Jumlah Bunga= 5% x (10 hari/30 hari) x Rp 300.000.000

Jumlah Bunga= Rp 5.000.000

Pajak= 10% x 5.000.000 = Rp 500.000

Jumlah Bunga Bersih = Rp 5.000.000 – Rp 500.000

Jumlah Bunga Bersih = Rp 4.500.000

6. Cara Membuka Deposito

Tangan wanita dengan uang di jendela departemen kas sedang bertransaksi di bank.
Sumber foto: Africa Studio via Shutterstock

Setelah mengetahui apa itu deposito bank beserta jenis-jenisnya, kamu bisa membuka deposito di bank dengan mudah. Kamu harus memenuhi persyaratan yang diajukan dan jangan lupa membaca beberapa tip membuka rekening deposito di bawah ini:

  • Tentukan bank untuk membuka rekening deposito. Pilihlah bank yang kamu percaya guna menghindari kecurangan dan penipuan.
  • Pilih produk deposito sesuai kebutuhan dan kemampuan kamu. Sebelum memilih jenis deposito, pelajari dulu produk yang ditawarkan oleh setiap bank.
  • Pemilihan bank tentu berpengaruh pada jumlah bunga deposito yang diberikan.
  • Tentukan jumlah setoran awal yang kamu inginkan.
  • Jangan lupa untuk selalu mengingat jatuh tempo yang berlaku.

Tata Cara Membuka Deposito di Bank

  • Pertama, pilih produk deposito yang kamu inginkan.
  • Isi formulir pembukaan rekening deposito.
  • Bawa dan serahkan fotokopi kartu identitas yang masih berlaku (KTP, SIM, atau paspor) dan NPWP.
  • Bila belum punya rekening di bank itu, biasanya kamu akan diminta membuka rekening terlebih dahulu.
  • Lakukan setoran awal untuk pembukaan rekening.
  • Bila proses selesai, kamu akan menerima sertifikat deposito sebagai bukti kepemilikan deposito.
  • Simpanlah bukti kepemilikan deposito.

7. Cara Menghitung Keuntungan Bunga Deposito

Banyak orang yang menyimpan uang di deposito, tapi tak mampu menghitung keuntungan bunga depositonya. Apa kamu salah satunya? Caranya mudah, dan mungkin lebih mudah dari menghitung bunga tabungan.

Rumus menghitung bunga deposito :

Keuntungan bunga deposito= suku bunga deposito x nominal uang yang ditanamkan x hari/365
Pajak deposito= Tarif pajak x bunga deposito
Pengembalian Deposito= Nominal Investasi + (Bunga deposito – Pajak)

Contoh perhitungan dalam kasus keseharian:

Pak Qoco mendepositokan uangnya sebesar Rp 100 juta dalam jangka waktu 12 bulan dengan ketentuan bahwa bunga yang ditetapkan adalah 5% serta pajak sebesar 20%. Perhitungannya sebagai berikut:

Keuntungan bunga deposito= 5% x Rp100 juta x 360 / 365= Rp 4.931.506,849
Pajak deposito= 20% x Rp 4.931.506,849= Rp 986.301,369
Pengembalian Deposito= Rp 4.931.506,849–Rp 986.301,369= Rp 3.945.205,48

Dari tabel di atas, bila kamu mendepositokan uang sebesar Rp 100 juta dengan bunga 5% dalam jangka waktu 12 bulan, keuntungan yang diperoleh adalah Rp 3.945.205,48.

Cara lain yang bisa kamu coba untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal dari investasi deposito adalah dengan membagi dana menjadi beberapa produk deposito dengan jangka waktu yang berbeda.

Strategi ini membuatmu mendapatkan keuntungan deposito dengan lebih cepat dan bebas penalti karena berjangka panjang dan adanya kesempatan untuk mendapatkan tingkat suku bunga yang tinggi karena dianggap berinvestasi ulang.

Faktor lain yang gak kalah penting  dalam menentukan keuntungan deposito adalah faktor inflasi.

Bagaimana, sudah tahu kan apa itu deposito bank beserta jenis-jenis yang bisa kamu jadikan pilihan. Masing-masing deposito memiliki karakteristik yang bisa kamu sesuaikan dengan pilihan investasi. Tertarik memperoleh keuntungan dari deposito?

Bagikan ke Teman:
Yogarta Awawa
Seorang penulis, yang subjek tulisannya merentang dari artikel, berita, company profil, cerpen, sampai puisi. Hasil karyanya termuat dalam antologi "Narasi Baru" yang digagas Festival Sastra TangSel 2018 dan "Semesta Jiwa" oleh Komunitas Rumah Semesta.