Generasi Milenial Siap Ramaikan Dunia Start-up Indonesia

Indonesia dihujani perusahaan rintisan (start-up) yang digawangi anak-anak muda. Munculnya entrepreneur muda yang penuh inovasi dan kreativitas memberi warna pada dunia usaha di Tanah Air. Tapi bagaimana menyiapkan para millenials ini masuk ke dunia start-up?

Mendirikan start-up bukan perkara mudah, tapi bukan berarti tidak mungkin bila tahu langkah-langkah yang tepat. Ada tips dan trik mendirikan sebuah start-up, termasuk bagaimana meyakinkan investor. Inilah yang dibagikan oleh seorang pengusaha muda, Tommy Martin, pendiri start-up Qoala.

“Ada tiga kuncinya: komitmen, inovasi dan pantang menyerah,” ujar Tommy meyakinkan ratusan mahasiswa, calon pengusaha muda dalam seminar bertajuk ‘A Story to Start a Start-up‘ di Aula Plaza STIKOM Interstudi, Jakarta, 6 Desember 2019.

Tommy juga menekankan kemauan untuk terus belajar. Banyak jalan yang terbuka untuk memulai usaha, apalagi bagi para generasi muda. Saat ini juga banyak sarana untuk membimbing pengusaha pemula menjalankan bisnis, termasuk mengantarkan pada investor. Sebelum mendirikan Qoala, Tommy sudah bekerja di berbagai perusahaan start-up, salah satunya Traveloka dengan menjabat sebagai Head of Marketing untuk Regional Malaysia dan Singapura.

“Bekerja di dunia start-up sangat mengasyikkan,” tambah pria yang mengenyam pendidikan di London, Inggris, ini.

Tahun 2018, Tommy bersama Harshet Lunani mendirikan Qoala. Harshet saat ini menjabat sebagai CEO Qoala. Tommy menjelaskan alasan mengapa Qoala menyasar pada bisnis teknologi asuransi. Hal ini dilakukan karena semakin tingginya kebutuhan dan pentingnya proteksi asuransi di masyarakat.

Fenomena start-up ini memang selalu menarik untuk dibahas, termasuk di kalangan mahasiswa yang dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja.

Seminar bertajuk ‘A Story to Start a Start-up‘ digelar bekerja sama dengan STIKOM Interstudi. Selain Tommy Martin, turut hadir menjadi pembicara dalam seminar ini yaitu Faksi Septian (pendiri sekaligus COO Eight Code Indonesia), serta dosen STIKOM Interstudi Rizky Fauzi yang menjadi moderator.

Bagaimana, tertarik untuk membuat start-up company?

%d bloggers like this: