12 Mitos Asuransi yang Membuat Asuransi Dipandang Sebelah Mata

Post it, sticky note, tentang mitos atau kekeliruan versus fakta atau kenyataan, 12 mitos asuransi beserta fakta untuk menyanggah kekeliruan tersebut agar asuransi di Indonesia tidak lagi dipandang sebelah mata.
Sumber foto: krung99 via freepik.com

Jangan sepelekan manfaat asuransi meski ada banyak mitos tentang asuransi yang beredar di luar sana.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa ada banyak mitos seputar asuransi yang merebak di tanah air. Beberapa mitos seputar asuransi tersebut akhirnya menimbulkan keengganan bagi masyarakat luas untuk membeli produk asuransi. Oleh karena itu, kita sangat memerlukan peningkatan kesadaran tentang pentingnya berasuransi. Kali ini, Qoala akan membahas 12 mitos asuransi beserta fakta untuk menyanggah kekeliruan tersebut agar asuransi di Indonesia tidak lagi dipandang sebelah mata.


Anak muda seperti generasi milenial tidak membutuhkan asuransi

Ketika kamu masih muda, apakah ada jaminan bahwa kamu akan selalu kebal dari berbagai risiko kehidupan? Hal ini tentunya tidak selalu benar. Risiko dalam hidup seperti jatuh sakit tentunya tidak mengenal usia. Selain itu, jika kamu sedang mencicil rumah, kendaraan, atau memiliki KTA sejak muda, maka kamu perlu memiliki proteksi diri dengan asuransi jiwa yang menyediakan jaminan penutupan utang ketika nasabah meninggal dunia. Sayangnya, data mencatat bahwa rata-rata usia seseorang yang mengajukan klaim asuransi adalah 37 tahun. Faktanya, asuransi dapat mencegah risiko yang tidak diinginkan, serta dapat menjadi sarana keuangan bagi kaum muda untuk melakukan lindung nilai terhadap risiko. Selagi kamu muda, kamu akan memiliki risiko yang lebih rendah. Dengan risiko yang lebih rendah tersebut, biaya premi untuk memiliki asuransi akan menjadi lebih murah.

Harga asuransi selalu mahal

Pada dasarnya, seseorang dapat menentukan sendiri jenis perlindungan yang mereka inginkan berdasarkan seberapa banyak mereka bersedia membayar karena asuransi adalah produk fleksibel yang dapat disusun perencanaannya sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan. Selain itu, harga premi asuransi tergantung pada pertanggungan dan usia tertanggung. Memang, semakin banyak jaminan yang kamu inginkan, semakin tinggi pula premi asuransinya, seperti biaya risiko dan biaya administrasi untuk menutupi polis nasabah. Namun, pada kenyataannya, saat ini banyak perusahaan asuransi yang menyediakan produk dengan harga terjangkau. Kamu bisa menemukan produk asuransi dengan premi murah per bulan. Bahkan, beberapa perusahaan asuransi juga menawarkan asuransi mikro, yaitu asuransi dengan premi murah meriah per tahun. Jadi, kamu tetap bisa memilih asuransi dengan premi yang sesuai dengan kondisi keuanganmu.

Tidak perlu memiliki asuransi pribadi jika sudah ada tunjangan karyawan dari kantor

Perbedaan antara asuransi sebagai tunjangan karyawan dari kantor atau pihak pemberi kerja dengan asuransi kesehatan pribadi adalah manfaatnya yang hanya ditawarkan selama seseorang masih dipekerjakan di perusahaan itu. Namun, kita tidak dapat memprediksi kapan kita akan bisa terus bekerja di suatu kantor dan menikmati tunjangan tersebut. Akibatnya, jika kita sakit dan tidak dapat melanjutkan pekerjaan, kita tidak akan dapat melanjutkan tunjangan kesehatan tersebut. Yang menjadi pertimbangan, kamu perlu mencari tahu hal apa yang ingin dilindungi, dan apakah pasangan dan anggota keluarga lainnya juga akan kamu tanggung. Sebab, masalah ini sering terjadi pada sandwich generation atau mereka yang harus menafkahi keluarga muda dan orang tua mereka pada saat yang bersamaan. Selain itu, perhatikan juga bahwa ada kemungkinan kita terkena penyakit kritis yang membutuhkan biaya lebih besar dari plafon yang diberikan oleh kantor. Nah, dengan memiliki asuransi kesehatan pribadi, kamu bisa melindungi diri dari kesulitan finansial yang lebih besar di masa mendatang.

Asuransi sulit untuk diakses

Di era saat ini dengan kemajuan teknologi yang terus berkembang, kamu tentunya tidak perlu lagi khawatir tentang sulitnya mengakses berbagai hal yang berkaitan dengan asuransi. Semua informasi tersedia dengan mudah, asalkan kamu mau meluangkan waktu untuk melakukan riset dan meninjau berbagai penawaran produk asuransi secara mendalam. Sebagai calon nasabah, kamu bisa berinteraksi dengan perusahaan asuransi di media sosial, website, call center atau customer service, e-commerce yang menjalin kerjasama, hingga platform digital lainnya yang disediakan oleh pihak perusahaan asuransi. Selain itu, kamu juga bisa melakukan pembelian polis, pembayaran premi, dan mengetahui kebijakan pembelian di aplikasi berbasis teknologi insurtech (insurance technology) seperti Qoala.

Asuransi hanya dibutuhkan oleh kepala keluarga atau ibu rumah tangga tidak perlu memiliki asuransi

Asuransi memang dibutuhkan oleh para pencari nafkah. Namun, hal ini juga tidak serta merta membuat ibu rumah tangga maupun anggota keluarga lainnya tidak memerlukan asuransi. Kekeliruan mitos asuransi tersebut dapat dipatahkan dengan fakta bahwa istri dan anak juga memiliki risiko yang sama besarnya dengan kepala keluarga, seperti risiko jatuh sakit bahkan meninggal dunia. Di samping itu, ibu rumah tangga yang tidak memiliki penghasilan pun perlu asuransi jiwa untuk melindungi diri dari kejatuhan finansial akibat penyakit kritis atau risiko suami meninggal dunia. Dengan demikian, mengeluarkan dana sendiri untuk segala risiko tersebut dapat dihindari dengan membeli asuransi untuk istri dan anak agar tabungan keluarga tidak habis terkuras. Selain asuransi kesehatan, kamu juga bisa memiliki asuransi penyakit kritis yang umumnya terdapat sebagai tambahan manfaat di asuransi jiwa. Asuransi penyakit kritis menawarkan manfaat uang santunan yang dapat menutup biaya pengobatan yang mahal jika tertanggung terkena penyakit kritis, seperti penyakit jantung, stroke, diabetes, kanker, dan lain-lain. Jika Anda tidak pandai-pandai mengelola risiko ini, bisa-bisa tabungan keluarga habis terkuras jika risiko penyakit kritis menghampiri. Manfaat lain dari asuransi jiwa juga meliputi kebutuhan untuk menutup biaya pemakaman serta mempersiapkan warisan yang dapat digunakan sebagai tabungan keluarga untuk melanjutkan hidup dan mencapai tujuan-tujuan keuangan lainnya, seperti biaya pendidikan anak.

Mitos atau kekeliruan versus fakta atau kenyataan, 12 mitos asuransi beserta fakta untuk menyanggah kekeliruan tersebut agar asuransi di Indonesia tidak lagi dipandang sebelah mata.
Sumber foto: gesrey via freepik.com

Baca juga: 6 Manfaat Asuransi Kesehatan untuk Hindari Berbagai Risiko

Proses pembelian asuransi itu sulit dan rumit

Kita tidak dapat memungkiri bahwa rendahnya tingkat literasi masyarakat tentang pentingnya memiliki asuransi membuat mitos bahwa asuransi adalah produk yang proses pembeliannya sulit dan rumit semakin melekat di pikiran. Padahal, selalu ada agen asuransi atau customer service yang bisa membantu kamu dalam proses pembelian produk asuransi, bahkan selama 24 jam penuh. Dengan adanya agen asuransi, kamu hanya perlu bertanya seputar produk yang ingin kamu beli dan cara pembelian produk tersebut. Agen asuransi akan menjelaskan dan memandu kamu dari tahap pengisian formulir hingga polis diterbitkan. Mau lebih mudah lagi? Pembelian produk asuransi dapat dilakukan secara singkat dengan menggunakan Qoala App. Di Qoala, kamu bisa membandingkan berbagai produk asuransi terbaik di Indonesia dengan informasi yang transparan serta proses pembelian secara online yang praktis. Kamu tinggal melengkapi formulir pengajuan dan lampirkan semua dokumen yang dibutuhkan secara online. Selesaikan pembayaran dan tunggu dokumen e-polis dikirimkan ke alamat e-mail yang kamu daftarkan. Asuransi tersebut akan langsung berlaku saat polis diterima. Tidak ada biaya tambahan apapun dibebankan kepadamu, terkait pelayanan jasa perantara yang Qoala berikan untuk kamu.

Agen asuransi cuma mencari untung

Siapa yang masih termakan mitos asuransi bahwa agen asuransi itu hanya ada demi mencari keuntungan? Pernyataan ini salah besar lho, Qoala bosses. Memang benar adanya bahwa sebagian besar premi yang kita bayarkan akan digunakan untuk biaya akuisisi di tahun-tahun pertama, termasuk untuk komisi agen asuransi. Namun, hal ini tidak valid untuk dijadikan stigma bahwa agen asuransi hanya hadir untuk mencari untung semata. Lebih dari itu, agen asuransi justru memiliki peran penting untuk membantu kamu ketika ingin mengajukan klaim, menjawab pertanyaan seputar polis yang berlaku, hingga membantu proses administrasi di tengah masa berlaku polis (seperti pengalihan ahli waris, penggantian alamat kirim, atau penggantian jenis produk asuransi). Sebagai contoh, Qoala plus—salah satu channel  yang dimiliki Qoala—tak hanya menawarkan pendapatan tambahan bagi para mitra, tapi juga memberi manfaat bagi mitra dalam mendapatkan jangkauan distribusi asuransi yang lebih luas, pilihan produk asuransi yang lebih beragam, dan pengaturan polis sesuai permintaan pelanggan. Kemudahan untuk agen asuransi bagi pelanggan ini juga didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memasukkan Qoala dalam sandbox OJK untuk klaster claim service handling yang terjamin dan terpercaya.

Proses klaim asuransi yang sulit

Mitos asuransi tentang proses klaim yang sulit tidaklah benar. Kenyataannya, jumlah klaim asuransi di Indonesia senantiasa meningkat setiap tahunnya karena proses yang jauh dari kata rumit. Seperti di Qoala, proses klaim yang ditawarkan pun sangat mudah dan aman untuk pelanggan. Qoala menawarkan kemudahan proses pengajuan klaim secara digital dengan layanan perbantuan monitoring klaim secara cuma-cuma. Kamu hanya perlu melaporkan kejadian kerugian yang kamu derita kepada perusahaan asuransi, kemudian Qoala akan tetap mendampingimu untuk memastikan estimasi waktu pengerjaan klaim dapat selesai tepat waktu demi memberikan hasil yang memuaskan.

Terlalu banyak syarat untuk memiliki asuransi

Membeli asuransi memang membutuhkan proses dan waktu, seperti untuk memenuhi sejumlah dokumen persyaratan, hingga kewajiban melakukan check up kesehatan terlebih dahulu untuk produk asuransi kesehatan. Namun, seluruh persyaratan tersebut sesungguhnya ada untuk menjamin proses pengajuan hingga klaim asuransi di masa depan dapat dilakukan dengan lancar sampai tuntas. Tenang saja, Qoala bosses. Kini, sudah banyak produk asuransi yang memungkinkan kamu untuk membeli produk secara online untuk mempermudah proses dan mempersingkat waktu.

Anak adalah ahli waris yang paling tepat dalam membeli asuransi

Mitos asuransi yang juga keliru adalah menjadikan anak sebagai ahli waris saat membeli asuransi. Padahal, seorang ahli waris baru bisa menerima manfaat asuransi ketika ia sudah dewasa. Seseorang baru dikatakan dewasa ketika berusia 18 tahun berdasarkan Undang-undang Perlindungan Anak. Maka dari itu, apabila terjadi risiko nasabah meninggal dunia dan anaknya belum dewasa sebagai ahli waris asuransi, manfaat asuransi tersebut tidak bisa didapatkan. Oleh karena itu, sebaiknya pilihlah pasangan sebagai ahli waris. Tak hanya pasangan, kamu juga bisa membuat surat wasiat untuk menunjuk wali yang dipercayakan dalam menggunakan manfaat asuransi untuk merawat anak.

Semua asuransi itu sama saja

Stigma yang menganggap bahwa semua asuransi itu sama bisa menyebabkan seseorang salah memilih produk asuransi atau enggan membeli lebih dari satu macam asuransi. Faktanya, setiap produk asuransi justru memiliki manfaat yang berbeda-beda dan keunggulan masing-masing. Agar tidak asal memilih produk, pastikan kamu telah mengerti dengan baik apa saja yang dipertanggungkan sebelum membeli suatu produk asuransi. Pasalnya, walaupun istilah asuransi yang digunakan sama, tetapi setiap produk asuransi memiliki ketentuan pertanggungan yang berbeda-beda. Maka dari itu, jangan ragu untuk menanyakan manfaat produk-produk asuransi pada pihak asuransi secara detail dan memahaminya hingga mendalam.

Punya asuransi itu pamali

Di Indonesia, seseorang yang membeli asuransi malah kerap dipandang sebelah mata karena dianggap mendoakan orang untuk sakit. Pasalnya, sebagian masyarakat masih menganggap asuransi itu pamali karena layaknya berpikir dan bertindak mendahului kehendak Tuhan. Ibaratnya, mereka menerima takdir sebagai wujud kepasrahan. Namun, hal ini jelas salah besar. Justru, konsep asuransi hadir untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi segala kemungkinan, bukan melawan atau mendahului takdir. Dengan asuransi, seseorang bisa lebih tenang dalam menghadapi hal-hal tak terduga yang menjadi risiko kehidupan karena yakin masa depannya sudah terlindungi dan aman.


Itulah 12 mitos asuransi yang perlu kamu ketahui agar kamu tidak enggan lagi membeli asuransi. Semoga kini kamu bisa sangat yakin dan dapat dengan bijak untuk melindungi diri dengan memiliki produk asuransi, mulai dari asuransi kesehatan, asuransi jiwa, hingga berbagai jenis asuransi lainnya.

Baca juga: Berbagai Hal Tentang Asuransi Jiwa untuk Kamu Ketahui

%d bloggers like this: